Minggu, Oktober 27BANYUWANGINET
Shadow

Komunitas di Banyuwangi Ubah Sungai Penuh Sampah Jadi Sentra Ikan dan Tanaman Pangan

Kali Sumber Seng, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dulunya dikenal sungai penuh sampah dan tempat buang hajat. Kini wajah itu berubah seiring dengan perubahan perilaku warga sekitarnya. Mereka ubah sungai penuh sampah jadi sentra ikan dan tanaman pangan.

BanyuwangiNet – Kali Sumber Seng, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dulunya dikenal sungai penuh sampah dan tempat buang hajat. Kini wajah itu berubah seiring dengan perubahan perilaku warga sekitarnya. Mereka ubah sungai penuh sampah jadi sentra ikan dan tanaman pangan.

Dengan membentuk Komunitas Ikan Sumber Seng (KISS), kini warga sekitar menjaga dan menikmati hasil dari kerja keras mereka. Dasar sungai Kali Sumber Seng bisa terlihat karena airnya yang jernih. Sungai yang merupakan saluran irigasi itu juga menjadi kolam ikan tombro, nila, dan koi.

Di kawasan sepanjang sungai dihiasi dengan berbagai jenis tanaman pangan, seperti cabai, tomat, terong, strawberry, anggur, dan sayuran. “Dulu sungai ini kotor banyak sampah. Kalau musim penghujan kampung kami sering banjir karena air sungai meluap,” kata Sarju, Ketua KISS.

Baca Juga: “International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi”, Pertemukan Petani dan UMKM Kopi dengan Buyer dari Tiga Negara

Sarju menceritakan gerakan bersih-bersih sungai ini dimulai warga, sekitar tahun 2019. Dia mengumpulkan warga RT 02 dan 03/ RW 02 Kelurahan Penganjuran untuk diajak membersihkan kali sejauh 300 meter. “Sungai kami beri sekat-sekat untuk menyaring sampah yang terbawa arus sungai,” kata Sarju.

Setelah membersihkan sungai dari sampah, kemudian warga memasukkan bibit ikan ke dalamnya. Mereka memulai dengan menebar 15 ribu benih ikan. “Kini ikan-ikan itu sudah beranak pinak. Sekarang warga sangat menjaga kebersihan sungai. Mereka akan menegur kalau ada yang membuang sampah ke sungai,” kata Sarju.

Kawasan Kali Sumber Seng sangat subur. Di kawasan ini terdapat lima sumber mata air. Itulah yang membuat berbagai tanaman yang ditanam di kawasan ini tumbuh sumbur. Komunitas ini juga mengelola sampah organik menjadi kompos yang digunakan untuk pupuk tanaman yang mereka tanam. Warga di sini berhasil ubah sungai penuh sampah jadi sentra ikan dan tanaman pangan.

Seiring dengan bersihnya lingkungan Kali Sumber Seng, warga kian kreatif untuk membuat kampung ini nyaman. Mereka mendirikan gazebo di sekitar sungai yang terdapat banyak buku untuk taman baca. Warga juga memasang lampu-lampu hias di sekitar sungai.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Warung Rakyat dan UMKM Banyuwangi, Bupati Ipuk Borong Sembako dan Pantau Harga Minyak Goreng

“Kalau pagi dan sore biasanya ibu-ibu ramai membawa anak untuk disuapi di tepi sungai sambil melihat ikan. Kalau malam kampung ini terang dengan lampu-lampu. Kampung kami sekarang bersih dan nyaman tidak seperti dulu lagi,” kata Ellen, warga setempat.

Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, mengapresiasi semangat dan perubahan perilaku warga di sini yang berhasil ubah sungai penuh sampah jadi sentra ikan dan tanaman pangan. Sugirah mengatakan, apa yang dilakukan di Kali Sumber Seng ini layak dicontoh kampung-kampung lainnya. “Apa yang dilakukan di kampung ini, layak dicontoh oleh kampung-kampung lainnya. Selain menjaga sungai tetap bersih, juga bisa menambah ketahanan pangan masyarakat,” kata Sugirah.

Sugirah mengatakan gerakan menuju sungai yang bersih dan bebas sampah terus digalakkan. Pemkab Banyuwangi rutin menggelar Festival Kali Bersih, seluruh kecamatan bergerak bersama membersihkan sungai di daerahnya masing-masing.

Program ini sebagai bagian dari upaya menuju pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, termasuk di dalamnya dengan mewujudkan sungai yang bersih.

“Ini merupakan salah satu cara untuk turut mengubah pola hidup menjadi lebih bersih. Kita dorong dengan berbagai cara. Saya senang warga di sini turut menjaga sungai tetap bersih,” kata Sugirah.

Dengan terjadinya perubahan hidup yang lebih bersih itu, Sugirah berharap bisa menimbulkan dampak yang luas. “Tidak hanya sekadar kebersihan lingkungan saja dampaknya. Dengan lingkungan yang bersih, situasi akan nyaman. Hadir wisatawan. Lalu, muncul aktivitas ekonomi, dan seterusnya. Kita harus bergerak bersama-sama dengan masyarakat untuk menjaga sungai. Tidak mengotori sungai dengan membuang sampah atau menjadikan sungai sebagai MCK,” terang Sugirah yang juga turut menebar 300 benih ikan nila di kampung ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version